Selasa, 27 Mei 2014

Adopsi Terumbu Karang, Yuk!

Adopsi Terumbu Karang, Yuk! Gadis

Sebagai salah satu negeri yang punya koleksi terumbu karang terbesar di dunia, sudah saatnya kita melakukan aksi nyata untuk melindunginya. Saat ini jarak bukan lagi halangan buat memberikan bantuan. Tanpa mendatangi lokasinya, kita bisa tetap membantu menjaga keindahan alam satu ini, kok. Caranya dengan melakukan adopsi terumbu karang.
Adopsi terumbu karang merupakan sebuah program yang diselenggarakan oleh organisasi WWF (World Wide Fund) untuk menjaga kelestarian koral di kawasan Coral Triangle. Kawasan ini mencakup wilayah perairan di enam negara yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Kepulauan Solomon, Papua Nugini dan Timor Leste.

Cara adopsi ini cukup unik, lho! Karena kita bisa memilih sendiri spot terumbu karang yang diinginkan. Caranya, kita masuk ke halaman www.mycoraltriangle.com dan klik spot perairan yang ada di peta. Setelah itu, kita akan diminta buat mendaftar (sign in) dan melakukan pembayaran atas adopsi terumbu karang yang dilakukan. Cukup membayar senilai US$ 5, kita bisa ikut melestarikan terumbu karang dan ekosistemnya di bumi.

Pembayaran sendiri bisa dilakukan melalui kartu kredit ataupun kartu debit di negara masing-masing. Uang hasil donasi akan digunakan untuk memperbaiki dan merawat wilayah terumbu karang yang membutuhkan bantuan

Serangga Berbentuk Daun

Serangga Berbentuk Daun Gadis

Serangga unik ini dinamakan phyllium giganteum atau lebih dikenal dengan nama serangga daun karena bentuknya yang sungguh unik dan aneh menyerupai daun. Jadi jangan sampe salah ya, apabila suatu saat kamu sedang berjalan-jalan, kamu mengira serangga ini adalah daun. Pasti penasaran dong, kok bisa ada serangga seperti ini. Yuk baca keterangannya!

Serangga phyllium giganteum ini sudah ada dari sekitar 40 juta tahun yang lalu, dan ditemukan di Negara kita, Indonesia, tepatnya di Aceh Utara, Kota Lhoksukon. Serangga ini pertama kali ditemukan oleh sepasang suami istri yang sedang mengambil pinang di kebunnya. Disaat mereka sedang menunduk mengambil pinang yang jatuh di rumput, mereka melihat ada daun yang bergerak. Mereka pun membawa serangga ini ke rumahnya dan dari sanalah serangga ini mulai dikenali oleh banyak orang di desa Lhoksukon.

Keunikan dari fisik serangga ini adalah, mereka memiliki tubuh yang memanjang mirip dengan tongkat, dan bentuk badannya menyerupai daun yang robek atau digunting. Serangga ini sendiri memakan tumbuh-tumbuhan yang berada di pohon atau semak-semak. Mereka aktif dimalam hari, mereka mencari makanan dan bergerak. Tubuh mereka yang nampaknya seperti daun dapat membantu mereka untuk menghindari dan menipu predator yang akan memakan mereka. Uniknya lagi, serangga ini berjalan dengan cara membolak-balikkan tubuh mereka layaknya seperti tertiup angin.

Wah, sungguh unik ya, serangga yang satu ini. Serangga ini juga tidak berbahaya, jadi kita bisa tenang apabila tidak sengaja bertemu mereka

Ikan Penghuni Jurang



Di dunia ini ada berbagai macam bentuk ikan yang bisa kita temui. Tapi, ikan yang satu ini punya wajah aneh, konon siapa yang melihatnya bisa mendapatkan mimpi buruk. Wah, seram juga, ya.


Ikan sternoptychidae atau yang lebih dikenal dengan nama hatchetfish, biasanya  ditemukan di perairan tropis dan subtropis. Mereka juga ditemukan berkeliaran disekitar jurang-jurang. Kebanyakan mereka menghabiskan waktunya di tempat gelap, sehingga sulit bagi kita untuk menemukan mereka di tempat yang memiliki banyak cahaya.

Tubuh ikan ini sangatlah kecil, bahkan sampai sekarang ikan hatchetfish terbesar yang ditemukan ukurannya hanya mencapai 12 cm saja. Nah, ikan ini memiliki organ yang bisa memunculkan cahaya pada sisi tubuhnya, yang memudahkannya  menangkap mangsa berupa makhluk yang lebih kecil yang berada di jurang, seperti makhluk sejenis crustaceae yang bernama copepoda.

Ikan ini nggak membahayakan, kok. Hanya saja wajahnya yang menyeramkan dan kulitnya yang gelap bikin kita takut saat pertama kali melihatnya.

Kumbang Titan

Kumbang Titan Gadis

Apa yang dibayangkan saat mendengar kata serangga? Pasti akan mengingat bentuk hewan mungil yang beterbangan atau merayap di sekitar kita. Nggak semua serangga berukuran kecil, lho. Coba kenalan dengan Kumbang Titan. Ukuran tubuhnya bisa mencapai 18 cm.
Titanus giganteus. Itu nama Latin untuk Kumbang Titan. Serangga jenis ini bisa punya ukuran sekitar 15-18 cm. Ukuran ini merupakan yang terbesar untuk spesies tersebut. Sebelumnya, kita mengenal pejantan Kumbang Hercules (Dynastes Hercules) yang bisa tumbuh hingga 17,5 cm. Tapi, ukuran tersebut disertai tanduk yang berada di tubuhnya.

Hewan ini hidup di wilayah hutan Amerika Selatan, seperti hutan hujan Brazil, Guyana, Peru dan Kolombia. Namun, anehnya larva kumbang jenis tersebut sulit ditemui di kawasan habitatnya. Sejumlah ilmuwan menduga larva serangga raksasa itu memakan kayu-kayu yang sudah melapuk sepanjang masa hidupnya. Proses makan tersebut dilakukan sebelum menjadi kumbang dewasa. Ketika menjadi kepompong, spesies ini menabung energi untuk terbang mencari pasangan. Sayangnya, karena tubuhnya terlalu berat, Kumbang Titan tidak mampu terbang langsung dari permukaan tanah. Serangga ini harus merangkak ke atas pohon.

Hewan kelas Insecta ini punya cara tersendiri untuk mempertahankan diri dan mendapatkan mangsa. Biasanya, Kumbang Titan akan mendesis keras saat berada dekat mangsanya. Kemudian dengan menggunakan rahangnya yang kuat, binatang ini akan mengigit mangsa. Jangan kaget, rahangnya bisa mematahkan pensil kayu! Spesies ini juga memiliki kaki kuat dan cakar yang tajam. Cakar tersebut bisa melukai hewan lain, bahkan manusia. Namun, tenang saja Titanus giganteus tidak akan menyerang terlebih dulu kalau kita nggak mengganggunya

Deteksi Kebiasaan Korupsi Sejak Dini


Deteksi Kebiasaan Korupsi Sejak Dini Gadis

Saat menonton atau membaca berita, sering banget kita menemukan kasus korupsi yang dilakukan para pejabat negeri. Perilaku korupsi yang merugikan rakyat tentunya nggak patut ditiru. Tapi ternyata, secara sadar atau nggak sadar, ada perilaku korupsi yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. So, hati-hati!

Kebiasaan #1: Ngaret
Janjinya berkumpul jam 8, tapi ternyata datang dua jam kemudian. Ini namanya korupsi waktu yang merugikan orang lain. Apalagi kalau teman-teman ternyata datang tepat waktu. Semua rencana yang disusun jadi berantakan hanya karena menunggu satu orang saja, deh.

Kebiasaan #2: Menyontek

Saking pusingnya sama materi pelajaran yang ada, kita memilih jalan pintas buat menyontek. Mungkin ini bisa bikin nilai kita tetap bagus. Tapi selain soal nilai, nggak ada keuntungan lain yang bisa didapatkan. Teman-teman yang sudah belajar keras pun pasti sebal karena punya nilai sama dengan kita yang nggak belajar sama sekali. Melakukan hal ini membuat kita nggak jujur baik kepada diri sendiri maupun orang lain.

Kebiasaan #3: Bikin Anggaran Palsu
Nah, ini dia yang sering jadi godaan besar buat kita, yaitu korupsi uang. Apalagi kalau kita punya kesempatan buat menjadikan anggaran umum buat kepentingan pribadi. Korupsi uang ini juga bisa terjadi dalam hal sederhana seperti nggak mengembalikan uang kembalian yang diberikan mama untuk membeli sesuatu.

Kenalan dengan Olinguito, Yuk!


Kenalan dengan Olinguito, Yuk! Gadis

Matanya yang besar dan berbulu coklat membuat wajah hewan satu ini mirip banget dengan beruang. Tapi jangan membayangkan ukuran tubuh yang besar, ya! Karena si mungil bernama Olinguito ini beratnya hanya satu kilogram.

Secara keseluruhan, ukuran Olinguito hanya sebesar rakun. Well, nggak aneh, sih. Karena hewan satu ini ternyata masih satu family dengan rakun. Olinguito adalah spesies mamalia baru yang ditemukan di Pegunungan Andes, Amerika Selatan.
   
Olinguito juga diakui sebagai karnivora pertama yang berhasil diidentifikasi di dunia barat sejak 35 tahun terakhir. Meskipun disebut sebagai hewan karnivora, ternyata makanan utamanya adalah buah-buahan.

Setelah ditemukan di wilayah Pegunungan Andes, para peneliti mencari tahu lebih lanjut tentang kehidupan dan habitatnya. Penelitian yang ada menyebutkan kalau Olinguito tinggal di hutan-hutan di wilayah Kolumbia dan Ekuador. Agak sulit buat menemukan Olinguito di habitat aslinya. Karena mamalia satu ini merupakan hewan nokturnal yang aktif pada malam hari dan lebih suka beraktivitas di atas pohon

Mereka Bukan Peliharaan


Mereka Bukan Peliharaan Gadis

Hewan berwajah lucu, menggemaskan dan berbulu lebat nggak serta merta membuat mereka bisa dibawa pulang untuk dijadikan peliharaan. Karena nyatanya, kedua hewan di bawah termasuk fauna yang dilindungi karena terancam kepunahan.
Kukang
Kukang adalah jenis primata bertubuh mungil dan bergerak dengan lambat. Hewan yang punya nama latin Nycticebus coucang ini merupakan hewan nokturnal dan lebih suka beraktivitas di atas pohon sendirian. Karena binatang yang suka makan getah pohon, madu bunga dan buah ini termasuk fauna yang suka hidup menyendiri (soliter).

Melihat mata kukang yang bulat sempurna dengan bulu tubuh yang lebat berwarna abu-abu, putih atau hitam pasti membuat kita gemas dan pengin membawanya pulang.  Sayangnya, menurut Peraturan Pemerintah No. 7 tahun 1999, Kukang termasuk dalam jenis satwa yang dilindungi di Indonesia. Jadi membeli dan memelihara kukang termasuk tindakan ilegal dan melanggar hukum.


Orangutan

Perilaku yang pintar dan mudah meniru kegiatan manusia membuat orangutan banyak diburu dan dijadikan hewan peliharaan. Sayangnya, ini menjadi salah satu faktor utama penyebab menurunnya tingkat populasi orangutan di Indonesia. Selain itu, alasan lain yang membuat mamalia ini terus menghilang di alam liar karena hilangnya habitat asli mereka, yaitu hutan dan pepohonan lebat. Karena banyak hutan lebat yang akhirnya gundul karena dijadikan lahan pertanian ataupun pemukiman.

Perlindungan orangutan sebenarnya sudah ada dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Makanya memperjual-belikan dan memelihara hewan yang hanya ada di Sumatera dan Kalimantan ini termasuk illegal. Sayangnya, masih banyak pihak nakal yang melanggar peraturan ini dan membuat populasi orangutan terus menurun sehingga termasuk dalam kategori Critically Endangered (kritis) oleh IUCN (The International Union for Conservation of Nature).

Habitat asli kukang, orangutan dan banyak hewan lainnya adalah di alam liar. Jadi, kalau kita memaksanya menjadi hewan peliharaan, kondisi kesehatan mereka akan menurun. Mereka akan merasa stress dan rambut atau bulu mereka akan rontok. Lambat laun mereka akan mati sehingga menurunkan angka populasinya. Nggak mau kan, menjadi salah satu pihak yang menyebabkan kepunahan mereka?